1! 2! 3! 4!
I WANT YOU!
I NEED YOU!
I LOVE YOU!
Atama no naka
Gangan natteru MUSIC
HEAVY ROTATION
POPCORN ga hajikeru yoo ni
‘suki’ toyuu moji ga odoru
Kao ya koeo omou dake de
Ite mo tatte mo irarenai
Konna kimochi ni narerutte
Boku wa tsuite iru ne
I WANT YOU!
I NEED YOU!
I LOVE YOU!
Kimi ni ae te
Dondon chikazuku sono kyori ni
MAX HIGH TENSION
I WANT YOU!
I NEED YOU!
I LOVE YOU!
HEART no oku
Janjan afureru itoshi sa ga
Hebii rooteeshon
Hito wa dare mo isshou no uchi
Nan kai aiseru no darou
Tatta ichido wasurerarenai
Koi ga deki tara manzoku sa
Sonna tokimeki wo kanji te
Hana wa hokorobu no kana ?
I FEEL YOU!
I TOUCH YOU!
I HOLD YOU!
Yume no naka de
Dandan ookiku natte yuku
Boku no IMAGINATION
I FEEL YOU!
I TOUCH YOU!
I HOLD YOU!
Kono omoi wo
Binbin tsutaette hoshii kara
HEAVY ROTATION
Itsumo kii te ta
Favorite Song
Ano kyoku no you ni
Zutto kurikaeshite ni-juu-yon jikan
Kimi dake REQUEST chuu~
I WANT YOU!
I NEED YOU!
I LOVE YOU!
Kimi ni ae te
Dondon chikazuku sono kyori ni
MAX HIGH TENSION
I WANT YOU!
I NEED YOU!
I LOVE YOU!
HEART no oku janjan afureru itoshi sa ga
HEAVY ROTATION
HEAVY ROTATION
Nella fantasia io vedo un mondo giusto, Li tutti vivono in pace e in onestà. Io sogno d'anime che sono sempre libere, Come le nuvole che volano, Pien' d'umanità in fondo all'anima.
Mengenai Saya
- Kata Hati
- Menjadi beriman mungkin bukan lagi menjadi tujuan utama banyak orang.
Senin, 26 Desember 2011
Heavy Rotation - AKB48 -
Minggu, 25 Desember 2011
i'm the Thiefs
Seorang pencari,
tidak akan betah di suatu tempat yang nyaman.
Akan selalu mencari sebuah tantangan yang baru.
Mencari sebuah keutamaan,
atau sebuah essensi dasar dari hidup ini.
Syarat sebagai seorang 'pencari' adalah
membuka diri selebar-lebarnya
untuk melihat penyelenggaraan ilahi yang terjadi
pada setiap langkah hidupnya,
memaknainya dan mempertanyakannya.
Ini memang terkesan hal yang berlawanan dan aneh.
Tetapi apa yang lebih aneh dari dunia kita ini?
Dari sikap para pejabat negeri ini?
Dari sikap alim ulama di jaman ini?
yang merasa paling mengerti dari pada Tuhannya?
Pada akhirnya sebuah kepasrahan sejati muncul dan memperkaya diri ini.
karena semua hal itu.
Tapi bukan apatisme lalu berkata, "Yasudahlah dan tetapi",
kepasrahan ternyata harus disertai harapan terbaik.
Tetapi anehnya aku lebih suka disebut sang pencuri.
Seorang pencuri tidak pernah puas menjarah satu moment
ke moment yang lain.
Dia akan terus mencari tantangan terbesar
yang membuat seluruh adrenalinnya meningkat.
Mencari jalan lain yang tidak biasa,
mencari cara lain yang slalu berbeda,
bersikap tidak normal,
menjadi yang pertama.
Dan membaur bersama banyaknya orang
sampai ia tak terlihat tampak,
tetapi sebenarnya sedang bekerja.
Apakah seorang pencuri itu akan kaya?
Ia tak pernah bekerja untuk dirinya sendiri,
tetapi bagi 'orang lain'.
Bukan bekerja untuk orang lain.
Karena ia pribadi yang bebas dan sederhana
Ia hanya membutuhkan apa yang ia perlukan.
Kebutuhan sebagai seorang manusia biasa butuhkan,
tidak lebih dan tidak kurang.
karena ia telah mendapatkan kesenangan pribadinya
yaitu mencuri.
Ia hanya akan mencuri kepada orang-orang yang kaya,
dan membagi hasil jarahannya
kepada orang-orang yang membutuhkan.
Lihatlah orang kaya di bumi kita ini, jika mereka kaya, dan
kata mereka, kekayaannya didapatkan karena membantu orang,
"Apa sajakah wujud kekayaan mereka, yang mereka bagikan?"
Yang ada yang kaya tambah kaya,
yang miskin tambah miskin
Yang korup makin korup,
yang pengemis makin profesional.
Bukankah sang pencuri utama telah mengajarkan, tentang "Mari berbagi?"
(Luk 9:24, Mat 4: 4, Mat 25:45, Mat 7:11, Mat 5:24, Mat 20: 26b, Luk 15: 31-36,
Mark 12: 31, Mat 6: 1.34, Mark 8: 1-10, Mark 9: 33-37, Mark 12: 41-44)
Mana wujudnya hari saudaraku yang kaya??
Kau tahu itulah sebabnya
aku menjadi seorang 'pencuri' bagi pencuri yang sesungguhnya.
Sampai akhrinya "hari itu muncul".
Ia akan tampak sebagai orang yang paling sial diantara bangsanya.
Tetapi lihatlah dia tersenyum bahagia.
Karena diakhir hayatnya,
dia telah berhasil mencuri perhatian setiap orang
yang telah menjadi lebih apatis terhadap banyak hal.(Luk 11:30)
CATATAN SEORANG KATEKIS: "Gue adalah seorang Guru Agama, are you joke?"
Sekarang gue mau buka-bukaan sama Tuhan dan sama loe semua.
Gue harap, semua yang gue buka ini bisa mempengaruhi penilaian loe semua tentang gue.
Gue juga gak peduli dengan pandangan loe semua."
Mulai besok-besok gue lulus dari FKIP Teologi Atma Jaya. Gue akan dikasih gelar S.Pd.
Gue bakal jadi seorang guru. Guru Agama Katolik alias katekis.
Kata loe, "Gue adalah seorang Guru Agama. Are you joke?"
Tiap hari, gue ngaca, gue mikir.
Apa pantes orang kayak gue jadi guru Agama.
Omaigat, susahnya jadi katekis.
Orang-orang aja lebih suka dengan yang namanya uang, ketenaran, dan instan
Dalam kesehariannya, orang kayak gue ini selalu
di Cap jadi orang kudus, di Cap jadi suri teladan.
Dianggap orang baik.
Dianggap mampu menafsirkan Injil.
Dianggap mampu memimpin ibadat.
Dianggap mampu menyanyikan mazmur.
Dianggap mampu membacakan Injil dengan baik.
Dianggap mampu menafsirkan mimpi.
Dianggap mampu membaca pikiran.
Dianggap mampu mengusir roh jahat.
Dianggap mampu mengubah anak nakal jadi anak baik.
Dianggap mampu mengubah anak bodoh jadi anak pintar.
Dianggap orang yang paling bertanggung jawab mendidik akhlak seorang anak.
Dianggap orang yang paling banyak kenal sama romo-romo hebat.
Dianggap orang yang paling bisa dipercaya sebagai tempat curhat.
Dianggap mampu memiliki totalitas dalam bekerja.
Dianggap sebagai orang baik, yang mau bekerja dengan gaji minim.
Dianggap mampu membangun harapan bagi orang lain.
Dianggap mampu selalu menolong orang lain.
Dianggap orang yang kudus.
Dianggap perpanjangan tangan Tuhan.
Dianggap dekat dengan Tuhan.
selain,
Dianggap miskin
Dianggap gak punya masa depan
Dianggap gak punya penghasilan yang memadai
Dianggap gak keren
Dianggap cuma bisa omong doang
Dianggap orang bodoh
selain itu,
Dunia kerja tidak membutuhkan S.Pd Teologi
Dunia kerja tidak ada lowongan S.Pd Teologi
Cuma,
Di sekolah katolik aja. Di negeri....boro-boro.
Ya itu cuma beberapa cap yang hinggap dalam diri gue sekarang ini.
Hinggap bukan karena gue mau. Tapi gak sengaja hinggap.
Kenyataanya,
Gue masih aja mikir jorok kok. Apalagi kalo liat cw seksi sedikit.
Gue masih aja mengucapkan kata-kata kotor dan kasar.
"Tai.
Ngentot.
Puki.
Cukimai.
Anjing.
Babi.
Monyet.
Kampret.
Tolol.
Goblok.
Gila.
Sinting.
Najis.
Bangsat.
Brengsek.
Ngepet.
Pantat.
Kentut.
Sampah.
etc."
Gue masih aja kesel sama romo-romo lagaknya yang udah kayak "Lembu tambun".
Minta ini, minta itu. Aslinya...dah lu tau sendiri gimana.
Gue masih aja malas kalo aktif di Gereja.
Gue masih aja setengah-setengah mengerjakan sesuatu.
Gimana gak setengah-setengah juga, dituntut yang berkualitas di sana-sini. Akhirannya
cuma, "Makasih yah!"
dan selalu diminta bersyukur karena udah berguna bagi sesama.
Gue masih aja suka mengeluh dalam sepanjang hidup ini.
Ada aja yang masih ngerokok padahal tau merokok itu merusak kesehatan.
Merusak kesehatan itu dosa.
Gue masih aja suka ngemeng sana-ngemeng sini. Melakukan pencitraan baik. Sok akrab
sama orang-orang kudus yang hebat.
Buat proyek ini, buat proyek itu, dananya cuma buat kesenangan pribadi.
Baca alkitab aja jarang.
Apalagi nolong orang kesusahan.
'cuma menang semalam doang' kok selama ini.
Akhirnya gue mulai berbicara dengan hati nurani gue (-red: hati nurani dicetak miring):
"Loe bangga jadi katekis?"
"Bangga"
"Apa yang buat lo bangga??"
"Pada saat orang nanti mati, cuma katekis yang bisa tolong mereka!, katekis/guru
agama-lah yang mereka cari! Uang, pangkat, ketenaran, bakal kalah"
"jadi lo bangga karena itu?"
"ya"
"lo bercanda kan??"
"gak"
"gimana orang bisa percaya sama kita?
kalo kita sendiri adalah orang yang sebenernya gak layak untuk dipercaya!
Bakal masuk mana tuh orang kalo menyerahkan diri pada kita?? Gila lo.."
"terus?"
"Apa layak kita mewarkatan Dia kalo kita sendiri sikapnya gak ada bedanya sama sampah?"
"justru karena kita sampah kita dipakai"
"justru karena kita sampah kita harus beresin hidup kita dulu?"
"gak perlu"
"maksudnya?"
"...."
"-_______-"
"hmm..."
"Katalo gue adalah seorang guru Agama, are you joke?"
"apakah itu artinya semua hal di dunia ini gak layak dipercaya?"
"apakah di dunia ini hanyalah soal percaya?"
"apakah hanya soal uang dan kekayaan?"
"apakah hanya soal iman?"
"apakah hanya soal perubahan nasib?"
"apakah hanya soal Dia?"
"apakah hanya soal kekuasaan?"
"itu hanya sebuah pencitraan, bukan?"
"apakah kamu merasa tertuntut?"
"memang pelayanan selalu dituntut, bukan?"
"Kita ini adalah seorang pelayan."
"yang selalu dituntut baik, kalo tidak dibuang dalam neraka"
"Kalo begitu jadilah pemimpin"
"yang selalu dituntut tidak berbuat dosa, dan melayani orang lain, jika tidak dosa dan
dibuang dalam neraka!"
"apakah hanya soal neraka?"
"apakah hanya soal Surga?"
"apakah ini semua hanya karena kau takut berdosa kawanku katekis?"
"bukan...ini karena aku begitu mencintaiNya dan tak ingin membuatNya kecewa."
"Jadi.."
"Aku tidak ingin jadi katekis. Sebenernya, aku ingin jadi kaya dulu baru jadi katekis"
from 16.30 until 21.30
Nazar gue terpenuhi...
Gue berhasil jalan kaki dari atma sampe rumah. Dan ternyata cuma jalan saja gak mudah apalagi di Jakarta.
Dari mendaraskan salam maria dalam setiap langkah, sampe yang terdengar cuma
"anjing...cape juga Tuhan. Ups, sorry..hehehe,"
Gue suka lupa, padahal ini bukan seperti gue ngejalanin tugas.
Ini harusnya menjadi wujud syukur gue...Eh ya gue sempet juga mengeluh. Dasar manusia.
Banyak hal yang gue pikirkan dijalan, banyak orang sudah tau tentang Jakarta yang penuh polutan.
Dari biskota bobrok,
sopir yang mabok,
sampe ketek jorok,
tetep aja ada yang memilih
"bike to work"
Di televisi bilangnya...menjaga kesehatan.
"masak sih badan lu bakal sehat? kan yang ada di Jakarta nih cuma ada radikal bebas? dan itu yang dihirup ketika kita benapas karena terengah-engah mengayuh sepeda??"
Radikal bebas yang mengkeroposkan hidup manusia. Mulai dari yang diproduksi mesin kendaraan, mesin pabrik dan seorang perokok.
"anjing, pengen banget kemana-mana gue bawa gunting...
kalo ada orang yang merokok di samping gue, langsung gue gunting rokoknya!".
"gak sadar apa mereka telah menggunting umur gue?"
Ternyata radikal bebas juga bisa macam-macam. Perilaku korup juga jadi radikal bebas juga dalam suatu institusi. Harus dicegah dan dibasmi contohnya tentang 'mereka'.
Berjalan setapak demi setapak, ada selembar koran yang terserak di pinggir jalan dan sudah terinjak-injak orang, gak keruan kusutnya.
Puasnya, dalam koran itu gambarnya trio 'N', NH, NuB dan NiB. Sekalian aja ikutan nginjek,
eh ternyata ya ada orang juga yang ngeludahin, hahaha.
Sungguh, berjalan dari Atma sampe rumah membuat gue sadar, Jakarta bukan tempat gue mencari kesehatan.
Di sini cuma tempat mencari keduniawian, mendingan Jogja, debu juga debu vulkanik yang nantinya bikin subur.
Yang gue butuh sebenarnya udara segar dari hutan, atau gunung yang belum tersentuh oleh tangan mafia hutan dan mafia pertambangan.
Yang gue butuh hidup dalam lingkungan pertanian atau perikanan.
Hal yang sebenernya adalah mata pencaharian utama penduduk di Indonesia
"kalo kita belajar Pkn atau Geografi atau IPS" dulu waktu kita sekolah dasar sampe SMA.
Sekarang mata pencharian mungkin "korupsi"
Setapak demi setapak, berjalan
sesekali harus menahan nafas karena yang ada cuma asap pekat atau bau sampah rumah tangga.
Atau bau ketek 'orang kismin' yang jarang mandi yang melintas beberapa meter dari kita.
Gue juga mencoba tidak menghiraukan tatapan mata orang-orang yang melihat heran, macam liat buronan seperti Gayus Tambunan.
Gue tetap bertahan sampe saat kekuatan cuma bisa berjalan beberapa ratus meter dan harus sering berhenti.
Sampe sepatu bagus terasa tidak pas di kaki. Sampe kaki berat untuk melangkah.
Dan sampailah aku pada sebuah warung kecil. Di tempat itu aku beristirahat lama dan berbincang-bincang.
"bu, saya pesan teh hangat manis! dan sambil mengambil panganan kecil dan sebotol besar air mineral"
"baik. Mas dari mana nih?"
"saya dari Kampus, Atma"
"oh..ngapain?"
"jalan"
"oh jalan....naik apa?"
"jalan bu, jalan...naik kaki. Jalan kaki"
"jalan kaki??"
"iya jalan kaki"
"kenapa mas? kehabisan ongkos apa emang niat jalan?"
"emang niat...mau nepatin janji ke Tuhan saya!"
"oo..siapa Tuhan mas?"
"Yesus Kristus...ibu kenal?"
"oh Tuhannya orang Kristen..tau saya, tapi belum kenal banget., jadi mas melakukan nazar sekarang?"
"iya"
"wah semangat mas kalo gitu"
"mas berarti orang Kristen dong?"
(gue sempet berpikir,
apakah ibu ini kalo gue mengaku sebagai orang Kristen pelayanannya akan tetap sama atau tidak...)
Ternyata sama. Ia orang yang baik dan gue berbincang bahkan soal iman sama dia.
Semu perbincangan itu menguatkan semangat gue untuk melanjutkan perjalanan.
Setelah segelas teh hangat manis sudah habis dan sebungukus kripik pisang juga habis.
Yang gue bawa akhirnya cuma sebotol besar air mineral. Dan harga semua itu pas dibanderol Rp. 5.000,-
2 kilometer sebelum sampe rumah. Tepatnya di depan gerobak buah segar yang sudah tutup
kaki gue keram. Hal itu membuat gue harus beristirahat lumayan lama. Badan yang sudah dirasakan tanda-tanda akan sakit sebelumnya, menjadi lebih jelas terasa, karena dihajar dengan perjalanan yang gue tempuh. Semua itu membuat tubuh gue panas. Mata kunang-kunang. Gue pikir hampir pingsan, dan terpikir oleh gue. "oke ini perjalanan lebih baik gue stop dulu (ditunda), gue bisa lanjutin besok, sekarang gue bisa naik angkot sekarang","ah diam kau setan! aku mau jalan!","ngapain jalan? nyiksa badan"."lebih baik badan gue tersiksa daripada batin gue tersiksa"."bodoh kamu ron!","kamu yang bodoh!".
godaan itu sering sekali muncul, terkadang setan memanfaatkan kelemahan kita, dan rasa bersalah kita untuk aksi kejahatannya. "jangan hiraukan!"
"ya, lampu itu terlihat, cahaya itu yang kukenal, warna rumah itu! Rumahku Istanaku"
gue percepat langkah gue
karena rumah gue telah terlihat. dalam hati gue gak percaya bisa melalui ini semua, gue gak percaya bisa sampai sejauh ini. perjuangan gue terbayar sudah, rasa cinta gue sama Tuhan bisa gue wujudkan juga. Gue gak peduli apakah nanti gue bakal jatuh sakit atau apa. Tapi rasa percaya gue sama Tuhan yang sudah bimbing gue selama perjalanan tadi, jadi lebih besar. Ini mukjizat. hal yang bodoh yang sepele, tapi ini berdampak besar bagi hidup gue, dan mengubah gue.
Sabtu, 24 Desember 2011
Melepaskanmu
Kalau Natal itu dimaknai sebagai sebuah harapan
aku kira,
aku akan punya keluaga seperti itu bersamamu...
Tapi Natal
bukan soal harapanku,
tapi soal mewujudkan harapan orang
yang aku cinta...
Maka,
saat ini,
aku akan benar-benar
melepaskanmu...
untuk F,
Selasa, 20 Desember 2011
-Pergi-
dia berkata,
"maafkan diriku yang bersalah padamu atas segala tindakan yang telah kulakukan padamu
atas segala tindakan yang telah kulakukan padamu
mungkin sekarang saatnya aku pergi karena akulah sumber masalahmu"
"selamanya kita gak akan pernah bisa saling mengenal, setiap kali aku berusaha untuk mengenal,
malah kayak orang gak saling kenal"
"Setiap kali aku berusaha mencintai, yang ku lihat cuma kebencian, setiap kali aku berusaha
menjauh, semakin aku gak pingin jauh"
"maafkan diriku yang bersalah padamu atas segala tindakan yang telah kulakukan padamu
atas segala tindakan yang telah kulakukan padamu
mungkin sekarang saatnya aku pergi karena akulah sumber masalahmu"
"selamanya kita gak akan pernah bisa saling mengenal, setiap kali aku berusaha untuk mengenal,
malah kayak orang gak saling kenal"
"Setiap kali aku berusaha mencintai, yang ku lihat cuma kebencian, setiap kali aku berusaha
menjauh, semakin aku gak pingin jauh"
Langganan:
Postingan (Atom)
